Monday, 23 February 2015

Harta Terpendam

Begitu banyak hal yang kita miliki. 
Kita memiliki napas hidup, kita memiliki pikiran, dan perasaan.
Kita memiliki keluarga dan teman-teman yang sayang kepada kita.
Kita pun memiliki harta, berupa uang, benda-benda berharga, dan lain-lain.

Katakan, yang mana yang paling berharga di antara semua itu?

Andaikan, kita sedang menggali tanah dan cangkul kita terbentur pada sesuatu. Ternyata sesuatu itu adalah sebuah peti. Ketika kita membukanya, kita menemukan banyak emas dan permata yang indah di dalamnya. Ditambah lagi, pemilik lahan itu tidak tahu sama sekali adanya HARTA tersebut ada di lahannya. Kita adalah orang pertama yang menemukan adanya HARTA itu, sementara harga lahan itu sama sekali tidak sebanding dengan harga HARTA itu. Bersediakah kita menjual segala kepunyaan kita demi mendapatkan HARTA itu?

Tidak ada yang mengetahui adanya HARTA tersebut. Tidak ada yang pernah melihat wujud HARTA itu. Ketika kita melihat HARTA itu, hati kita berubah, kita ingin sekali memilikinya. Jika seandainya HARTA tetap tidak terlihat, maukah kita memilikinya?
Bersediakah kita menukar segala yang kita miliki hanya untuk harta itu?

Pernahkah kita berpikir, siapa yang memberikan hidup ini? Bagaimana rejeki dapat begitu saja datang kepada kita? Pernahkah kita terbayang mengapa kita memiliki sebuah bidang keahlian atau profesi dan bukan bidang atau profesi lain? Pernahkah kita bertanya, mengapa dunia itu ada dan kita berada di dunia ini memiliki begitu banyak hal?
Siapa yang berperan dalam hidup ini?

Ya, mungkin Anda sudah menerka jawabannya, Dialah Tuhan. Dia memberi kita segalanya hanya karena Dia mengasihi kita. Dia rela berkorban, hanya demi kita, orang-orang yang terus membuat-Nya bersedih. Jika kita menjadi Dia, maukah kita mengasihi seseorang yang telah menyakiti kita? Ia memang tidak menyukai segala kesalahan yang kita lakukan kepada-Nya, tetapi dia menyayangi kita dan menerima kita, terlepas kita berasal dari etnis mana, dari negara mana, baik muda, maupun yang lebih dewasa. Ia mengasihi kita.

Ia memang tidak dapat kita lihat, tetapi Ia ada. Bayangkan, saat kita bertengkar dengan orang lain, rasanya benar-benar tidak ingin bertemu dengannya lagi. Kita memang mengatakan itu kepada diri kita, tetapi pada akhirnya hubungan kita dengannya pulih. Ada dorongan dari dalam hati kita dan teman kita untuk memaafkan dan bersedia memulihkan relasi. Ada bisikan dalam hati kita untuk memaafkan orang itu. Ada bisikan dalam hati kita untuk melihat kembali, apakah kita juga bersalah kepada dia. Itulah keajaiban yang sedang terjadi. Darimanakah pikiran dan dorongan ini datang? Darimanakah sisi kebaikan yang ada dalam diri kita?

Kebaikan yang ada di dalam kita berasal dari Dia. Dialah yang mengingatkan ketika kita bersalah. Dia berduka atas kesalahan kita, tetapi Dia ingin kita bangkit dan mengoreksi diri sendiri. Itu hanyalah salah satu harta yang Ia berikan. Masih ada banyak harta lainnya yang selalu Ia berikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kasih-Nya tulus, Ia tidak meminta apapun dari kita, Ia hanya meminta kita percaya kepada-Nya. Ia rindu kita berpaling kepadanya dan kembali menerimanya dalam hati kita yang terdalam.

quotes-kid.com
Dialah HARTA yang terpendam dalam hati kita. HARTA itu akan nyata ketika kita mau melihat ke dalam hati dan menerimanya. Ia adalah sumber segala berkat. Ia tidak seperti harta-harta di dunia ini yang hanya bernilai materi. Ia memiliki kasih yang tidak dapat diukur kedalamannya. Hanya karena kasih, kita berada di sini sekarang pada detik ini. Ketika kita menyadari bahwa Ia ada, perasaan kagum akan keindahan-Nya tidak lagi dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Mulut kita berhenti mengucapkan kata-kata, mata kita tidak berkedip, dan seolah-olah jantung kita berhenti pada detik itu, tetapi kita masih menyaksikan Dia. Tanpa kata-kata yang terucap, setetes air mata yang bening menetes saat menyaksikan keindahan-Nya yang tidak terucapkan. Tidak perlu takut kita mengalami kesusahan karena menerima Dia, karena Dia yang akan memimpin kita untuk keluar dari kesusahan itu. Meskipun kita tersakiti karena kita memilih Dia dan meninggalkan segalanya, Dia yang memulihkan kita. Tidak perlu cemas jika dunia menolak kita, karena Dia yang menciptakan dunialah yang menerima kita. Dia rindu akan kedatangan kita mengadap kepada-Nya untuk mengakui segala kesalahan dan menerima-Nya, karena Ia mengasihi kita dan Dialah HARTA terpendam itu sendiri.



Hal Kerajaan Sorga itu seumpama  harta  yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
(Mat 13: 44)

Kasih yang terindah
Hati yang mulia
Hanya kutemukan di dalam-Mu, Yesusku
Pujian dari hatiku selalu di setiap waktuku
Tiada pernah berubah, kasihku...

Karya terbesar dalam hidupku
Pengorbanan-Mu yang slamatkanku
Engkaulah harta yang tak ternilai
Yang kumiliki dan kuhargai
Yesus, Engkau kukagumi....


~Karya Terbesar~

Hal apa yang paling berharga dalam hidup ini?

Saturday, 7 February 2015

Kita Berharga

"Saya TIDAK dapat melakukan apa-apa! SEMUA yang saya lakukan SELALU gagal! SEMUA orang selalu mengomentari apapun yang saya lakukan. Mereka semua mengatakan bahwa saya TIDAK PERNAH menunjukkan apa-apa, hanya dapat berbicara. Meskipun terkadang mereka memuji saya, performa saya SAMA SEKALI tidak nyata. Saya memang TIDAK berguna. Saya TIDAK berharga. TIDAK ada yang membutuhkan saya. Mereka SEMUA dapat berjalan tanpa saya."

Pernah berpikir seperti teks di atas?

Bagaimana perasaan seseorang yang berpikir seperti teks di atas? Apa perasaan pertama yang dirasakan saat ia bangun tidur? Bagaimana cara dia untuk menyambut pagi hari yang cerah dan aktivitas hari itu? Mungkin beberapa di antara kita merasa marah ketika dihadapkan pada orang-orang yang berpikiran seperti ini. Ingin sekali rasanya membalikkan semua yang ia ucapkan menjadi kenyataan yang lebih realistis. Sayangnya, ia tidak akan mudah menerima sesuatu yang bertentangan dengan pikirannya.

Perasaan tidak nyaman, bosan, cemas, lesu, dan lain-lain sudah menjadi sahabat karib jika sudah berpikir bahwa diri sendiri tidak berharga. Orang-orang yang berpikir demikian bukan berarti mereka lemah dan tidak berdaya seperti yang mereka katakan mengenai diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka memiliki satu, dua, tiga, bahkan banyak kelebihan dalam dirinya yang masih terpendam. Mereka belum menyadari hal itu.

Ketika mengatakan "Saya tidak dapat melakukan apa-apa," bayangkan apakah kita dapat berjalan, kita mampu beraktivitas, kita dapat berbicara, dan sebagainya? Apakah itu semua dinamakan "tidak dapat melakukan apa-apa? Dalam hal apa saja Anda tidak dapat melakukan sesuatu? "Ternyata saya masih dapat melakukan banyak hal, hanya beberapa hal saja yang tidak dapat saya lakukan dengan baik."

"Saya selalu gagal." Anda yakin? Bukankah Anda pernah belajar dan Anda mampu bekerja sekarang? Apakah itu sebuah kegagalan? Tanyakan kembali pada diri kita masing-masing apakah benar apa yang kita pikirkan itu. Tanpa disadari pikiran-pikiran itu telah menjadi "R-A-C-U-N" yang sewaktu-waktu dapat membuat kita benar-benar tidak berdaya.

Dengan berkata "tidak dapat melakukan apa-apa," "selalu gagal," dan lain-lain membuat kita enggan untuk mencoba lagi setelah gagal. Sebuah keberhasilan yang gemilang sangat kecil kemungkinannya untuk diraih dengan usaha yang minimalis. Akan tetapi, keberhasilan yang gemilang masih mungkin dicapai dengan usaha yang keras, bahkan sangat mungkin. Jangan lupa, kita selalu memulai dari NOL alias KOSONG. Jika kita berusaha, angka nol semakin pudar, karena kita TERUS BERUSAHA untuk mengisi kekosongan yang ada dalam diri kita.

Katakan saja, kita NOL dalam hal matematika. Ketika kita belajar, kenyataannya kita dapat menyelesaikan perhitungan yang sulit. Apakah itu masih angka nol yang sebelumnya? Bukankah itu bernilai 100? 

Setiap orang memiliki keunikan tersendiri, kelebihan, dan kekurangan. Mungkin ada di antara kita yang menguasai keterampilan yang sama. Ada pula di antara kita yang memiliki kemampuan berbeda. Mungkin kita belum menerima beberapa kekurangan yang dimiliki. Mungkin kita menganggap diri sendiri hanya memiliki kekurangan tanpa kelebihan. Apakah kita ingin berhenti sampai di sini saja dan membiarkan masa depan tercemar oleh pikiran-pikiran yang "meracuni" kita?

Hanya satu kali atau beberapa kali gagal tidak menjadi permasalahan. Permasalahan sesungguhnya apakah kita bersedia untuk belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama? Setiap dari kita memiliki kesempatan kedua untuk berkembang menjadi lebih baik. Pilihannya adalah mau atau tidak? Manakah yang Anda pilih?

SEMUA kekurangan >> BEBERAPA kekurangan
Kita TIDAK berharga >> Kita BERHARGA

I'm most proud of the blessings that God has bestowed upon me, in my life. He's given me the vision to truly see that you can fall down, but you can still get back up. Hopefully I'll learn from my mistakes and have the opportunity to strengthen and improve the next thing I do.
- Martin Lawrence -