Monday, 13 October 2014

Bersandar kepada Tuhan

Seorang teman mengatakan ia sedang berada dalam masalah selama melakukan penelitian skripsi. Dosen pembimbing memberikannya kesempatan untuk bekerja secara mandiri, karena yakin dengan kemampuannya. Namun, ia sendiri tidak yakin dengan kemampuannya. Ia terus mencari bantuan dari teman-teman lainnya, sebab ia ingin penelitiannya berhasil.

Pada suatu saat, ia tidak mengetahui langkah yang harus dilakukannya sebelum benar-benar terjun ke lapangan. Ia tidak mengetahui apa yang harus dipersiapkan, apa yang harus dikerjakan, dan apa yang harus diperbaiki. Kekhawatiran pun muncul. Ia tertekan, namun ia menyadari satu hal.

Dalam hatinya ia berkata, "dalam ketidakberdayaan ia akan semakin ingin mengandalkan Tuhan dalam pergumulannya."

Dalam sukacita, kita cenderung menikmati segala berkat, bahkan setiap saat kita terus meminta pemberkatan dari Tuhan. Terkadang, berlimpahnya berkat membuat kita lupa Siapa yang memberikannya kepada kita. Apa yang terjadi saat kita berada dalam kondisi terpuruk? Kita menyalahkan Tuhan. Kita menyesali nasib kita sendiri. Kita kehilangan pemikiran positif bahwa penderitaan itu belum tentu terjadi selamanya, karena suatu saat Ialah yang akan membebaskan kita dan tidak akan terlambat menyelamatkan kita.

www.mhyelearning.com
Apapun yang kita minta kepada-Nya dalam nama-Nya, tentu akan diberikan. Namun, Ia pun ingin menguji kesetiaan kita kepada-Nya melalui seberapa tekun kita berdoa. Ia mengetahui setiap rancangan yang ada pada-Nya dan mengetahui kapan waktu terbaik mengabulkan permintaan kita. 





Terkadang, kita beranggapan Ia tidak mengabulkan keinginan kita....
Kita meragukan-Nya.

Kita adalah manusia yang tidak mengetahui rancangan-Nya. Mungkin saja, ada hal lain yang Ia persiapkan bagi kita yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta. Misalnya, saat teman kita ini mengalami kesulitan mengerjakan skripsi. Seakan-akan tidak ada yang dapat dilakukannya saat ini, mungkin ini adalah saatnya ia belajar mengandalkan kemampuan yang Tuhan berikan kepadanya. Tuhan ingin ia percaya pada kemampuannya dan tidak meragukan pemberian-Nya. Apa yang diberikan-Nya kepada kita, tentu adalah yang terbaik.

www.lovethispic.com

No comments:

Post a Comment