Setiap masalah yang kita hadapi dalam kehidupan tidak akan pernah berhenti. Satu masalah selesai, masalah lain akan muncul. Masalah yang kita hadapi terkadang ringan, terkadang berat, atau justru semakin berat. Di antara kita tentu ada yang menyerah dan melarikan diri dari masalahnya, ada pula yang terus berjuang mengatasinya. Tidak jarang sebuah masalah menimbulkan konflik dalam diri kita.
Bayangkan, dari jauh-jauh hari kita sudah merencanakan sesuatu, tiba-tiba ada kejadian tidak terduga dan tidak dapat kita tinggalkan (misalnya ada anggota keluarga yang harus dirawat di rumah sakit pada hari itu) yang mengharuskan kita mengubah rencana. Jika kita membatalkan rencana kita, mungkin ada pihak-pihak lain yang terlibat, berpotensi menimbulkan masalah baru. Jika kita terus menjalankan rencana kita, mungkin akan mendatangkan penyesalan.
Kita tidak tahu kemana kita harus berjalan dan apa yang harus kita perbuat. Berjalan di tempat pun bukan sebuah solusi, karena keduanya tidak akan mendatangkan penyesalan yang jauh lebih besar. Kita pun tidak dapat membalikkan waktu, kita hanya berjalan dalam waktu yang sekarang dan tidak dapat mengubah masa lalu. Bayangkan, apa yang Anda rasakan dalam situasi demikian? Anda tidak dapat melangkah maju ataupun mundur kembali dan tidak tahu apa tujuan Anda.
Berdoalah kepada Tuhan untuk memohon agar Ia berkenan membukakan jalan kepada kita. Ia tidak akan meninggalkan kita. Mata-Nya selalu menyaksikan kehidupan kita, telinga-Nya selalu mendengar teriakan hati kita. Dari luar kita tampak baik-baik saja, tetapi hati kita benar-benar rapuh. Hati kita terus berteriak meminta pertolongan. Orang lain tidak mengetahui hal ini, tetapi Tuhan mengetahuinya, karena tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari-Nya.
Ia selalu rindu untuk mendengarkan kita. Ia tidak membiarkan kita bergumul sendiri, Ia ingin kita bergumul bersama-Nya dan menyerahkan semua masalah ke dalam tangan-Nya, bersekutu dengan-Nya. Ia mungkin tidak akan membuat masalah itu menjadi lebih mudah diatasi, tetapi ia memberikan kita sesuatu agar kita dapat terus berjalan dan tidak putus asa, sebuah pengharapan.
Ibarat sebuah jalan yang penuh kerikil, Anggaplah kerikil-kerikil ini sebagai masalah-masalah dalam hidup kita yang tidak terhitung jumlahnya. Jangankan berjalan maju, mundur pun tetap kerikil yang kita jumpai. Berjalan ke kanan dan ke kiri pun sama seperti itu. Tuhan menunggu kita di ujung jalan, Ia menantikan kita untuk datang kepada-Nya. Ia tidak hanya diam menyaksikan kita dalam kesulitan, Ia terus memberikan kita semangat untuk bangkit dan kembali berjalan.
Seandainya kita terjatuh, Ia tidak hanya diam. Ia berada di depan kita untuk menopang kita dan Ia kembali menyaksikan perjuangan kita untuk berjalan sampai akhir, sampai kita berhasil sampai ke ujung jalan yang penuh masalah. Meskipun jumlah batu kerikil itu sangat banyak, kasih setia Tuhan melebihi itu semua dan tidak tergantikan.
Misalkan kita menemukan batu yang sangat besar yang mustahil untuk dilewati, jangan lupakan bahwa Tuhan berkuasa atas segalanya. Tetaplah berpegang pada pengharapan kepada-Nya dan saksikan apa yang terjadi berikutnya. Kita tidak perlu berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya atau bagaimana Tuhan menolong kita, percayalah Ia sudah menyiapkan semuanya.
Sesuatu yang dipersiapkan oleh-Nya tidak mungkin dapat kita bayangkan, mungkin melebihi akal sehat kita. Anda juga tidak mengira jika pada saat batu besar di hadapan Anda saat ini adalah waktunya batu itu akan hancur seketika bukan? Ingatlah, segala sesuatu yang mustahil bagi kita adalah sangat mungkin bagi-Nya.
![]() |

No comments:
Post a Comment