Friday, 5 September 2014

Terluka

Beberapa orang mungkin tidak menyadari ada masalah di dalam dirinya. Mungkin saja masalah yang sebenarnya terpendam dalam hati seseorang. Dalam kondisi sadar, masalah itu tidak akan tampak meskipun sebenarnya terjadi. Namun, dalam kondisi tidak sadar, masalah itu dapat muncul, misalnya mimpi saat kita tertidur, melalui ekspresi seni, cara berbicara, perasaan kita, dan lain-lain. Kita yang tidak menyadarinya terus menyangkal bahwa sebenarnya ada masalah tersebut, artinya kita menyangkal sebuah kebenaran. Kebenaran itu tidak diketahui oleh siapapun, selain kita sendiri dan Seseorang yang mengetahui kehidupan kita selama ini.

www.radiantpeach.com
Tentunya kita sudah cukup akrab dengan ungkapan "luka batin" bukan? Tentunya Anda juga mengetahui luka batin Anda masing-masing dan penyebabnya. Luka batin tidak hanya sekadar menimbulkan perasaan tidak nyaman di masa lalu. Luka ini sama seperti luka fisik saat kita terjatuh. Ketika kita terjatuh, entah hanya luka pada kulit atau ada luka di bagian dalam seperti terkilir. Mungkin lukanya terlihat sudah sembuh, tetapi masih terasa sakit pada saat disentuh. Coba bayangkan luka batin itu seperti luka pada fisik. Setiap kali ada kejadian yang mengingatkan kita pada masa lalu itu terasa tidak nyaman bukan? Reaksi yang umum untuk menghadapi situasi itu adalah bertahan atau menghindar. Di satu sisi kita menganggap luka itu sudah sembuh. Akan tetapi, selama perasaan itu masih ada artinya luka itu belum sembuh seutuhnya, hanya saja tidak diketahui.

Beberapa orang memilih untuk menutup lukanya rapat-rapat. Mereka tidak bersedia itu diungkap kembali dan menghindar jika diminta bercerita atau marah. Itu adalah reaksi yang umum, memang sudah sewajarnya itu terjadi. Ketika pengalaman itu dapat teringat (disadari), besar kemungkinannya perasaan-perasaan tidak nyaman pun kembali dirasakan. Kita merasa sedih, takut, marah, dan beranggapan hanya diri kita sendiri yang berpengalaman seperti itu. Beberapa di antara kita juga memiliki anggapan Tuhan tidak ada pada saat itu, Ia tidak adil karena memerlakukan kita seperti itu.


Selama kita menceritakan pengalaman buruk, orang lain mungkin bosan dan mengatakan sudah mengetahuinya, serta meninggalkan percakapan atau hanya mengatakan "hm" tetapi tidak melakukan kontak mata. Bagaimana perasaan Anda pada saat itu? Selain itu, belum tentu seseorang selalu bersama kita pada saat kita membutuhkannya. Namun, ada Seseorang yang selalu ada bagi kita, dalam keadaan suka maupun duka. Ia pun dapat berperan sebagai orangtua atau teman bagi kita, tetapi ada yang berbeda, Ia selalu setia.


www.hngn.com
Seringkali kita melupakan-Nya kalau kita dalam keadaan senang. Dalam keadaan duka beberapa di antara kita pun justru kecewa terhadap-Nya. Ialah Tuhan. Di satu sisi kita kecewa terhadap Tuhan, di lain sisi Tuhan menunggu kita untuk datang dan bercerita kepada-Nya. Ia selalu ada untuk mendengarkan setiap cerita kita. Ia memang tidak selalu menjawab langsung dalam percakapan seperti orang-orang pada umumnya. Namun, Ia memiliki caranya sendiri untuk menanggapi ungkapan hati kita.


Kita tidak dapat sembunyi atau menutupi perasaan sebenarnya, Ia mengetahuinya. Ia pun akan mendengarkan kita sampai seluruh cerita kita selesai. Ketika kita menangis karena sebuah masalah, Ia tidak menolak kita melakukannya. Ia mengetahui hati kita terluka dan membiarkan kita mengeluarkan perasaan itu melalui air mata. Dengan mengeluarkan perasaan seperti itu, kondisi kita pun akan semakin membaik karena sudah meringankan sebagian beban dalam hati.

Luka batin pun sama seperti luka fisik. Dengan membiarkannya sedikit terbuka, pengalaman menyakitkan akan keluar perlahan-lahan. Tuhan selalu ada untuk menantikan saat-saat kita mengungkapkan isi hati kita kepada-Nya dan akan mendengarkan kita. Segala kepedihan, kemarahan, dan kesedihan hanyalah bagian dari proses penyembuhan, sama seperti rasa pedih saat luka diobati. Semakin banyak pengalaman itu dikeluarkan, semakin banyak perasaan yang keluar, semakin baik pula perasaan kita. Pilihan untuk membuka luka batin itu sepenuhnya adalah pilihan kita. Sebuah jalan sudah ada bagi kita, hanya kita yang belum menyadarinya. Saat kita berjalan di dalam jalan itu, hati kita akan pulih suatu saat nanti.

No comments:

Post a Comment